Contoh lain dari suatu shot di Tanah Lot. Kubangan air kecil di kiri itu besarnya hanya sedikit lebih besar dari diameter sebuah piring makan normal. Dengan memposisikan kamera +lensa sedemikian dekat ke tanah (karang), perspektif yang dihasilkan dari low-angle dan penggunaan wide lens akan membuat kubangan itu tampak berukuran jauh lebih besar. Demikian juga detail dari tekstur karang dan lumutnya bisa menjadi FG yang menarik. Hal ini hanya dapat dicapai jika kita mengetahui dan memaksimalkan depth of field (DOF) dari lensa kita dgn bukaan diafragma (aperture) se-kecil mungkin (f/22, f/20, f18, f/16) dan meletakkan titik focus pada jarak hiperfocal.
Kalau titik-titik focus pada kamera kita cenderung mengelompok ditengah dan kita sudah memilih titik focus yang paling bawah sekalipun tapi masih kurang kebawah, salah satu triknya adalah dengan memposisikan titik focusnya terlebih dahulu pada jarak hiperfokal, setelah mendapat "focus confirmation" dari kamera, set lensa ke "manual focus", kemudian baru kemudian kita melakukan komposisi (termasuk meluruskan horizon). Tentu semua ini dilakukan dgn kamera terpasang pada tripod agar jarak dari ujung lensa ke titik fokus tidak berubah.  Contoh lain lagi PS: Semua contoh-contoh foto dengan data EXIF yang masih intact (utuh), jadi bisa dilihat penggunakan focal lenght dan aperturenya. |